Gimana rasanya kuliah di Teknik Sipil? – Part-1

Teknik Sipil 2010Udah lama banget saya pengen share tentang gimana rasanya kuliah di Teknik Sipil. Banyak orang awam yang mengira kalau kuliah di jurusan Teknik Sipil itu nanti kerjanya jadi Pegawai Negeri Sipil. Sebenarnya bukan cuma orang awam juga sih, teman kuliahku disini juga ada yang mengira kalau kuliah di Teknik Sipil lulusnya jadi Pegawai Negeri Sipil atau Dinas Pencatatan Sipil yang jelas bukan Sipir. *Jayus

Melangkah ke tahap yang lebih serius *ceilah kayak mau lamaran. Kuliah di Teknik Sipil itu sebenarnya mempelajari apa sih? Sebenarnya yang dipelajari itu ga jauh-jauh dari pekerjaan yang bisa kita liat kalau ada orang membangun gedung, stadion, jembatan, bendungan, jalan, dan perumahan. Biar lebih jelas saya jelaskan tahapan mata kuliah yang didapatkan dari semester satu sampe semester tujuh. Biasanya kalo kuliah emang cuma sampe semester tujuh, jadi sisanya ngerjain skripsi sambil diet ngurusin badan *curhat. Continue reading “Gimana rasanya kuliah di Teknik Sipil? – Part-1”

Surat Cinta Berbalas – Irfan Hamka – Nadya

surat-cinta-copy-675x318UlasanBuku – Masih seputar tentang buku Ayah yang beberapa bulan lalu baru habis saya baca. Ehem, baru-baru ini skripsi saya selesai *yeaaayyyy*, dan sekarang saya memutuskan untuk kembali menuangkan tulisan saya di dunia maya melalui web pribadi. Cukup lama memang saya vakum dari dunia tulis menulis amatiran ini. Kisah yang mau saya angkat kali ini adalah surat cinta berbalas dari Irfan Hamka dengan Nadya. Pada review sebelumnya sudah saya ceritakan kalau keduanya bertemu di kediaman Nadya ketika Irfan sedang berada di Mekah untuk menuaikan Ibdah Haji. Syekh Ismail berniat menjodohkan putrinya dengan harapan agar Irfan bisa menggantikan dirinya mengurusi pondokan haji. Maklum, Syekh Ismail sudah termakan usia untuk kerja seberat itu. Sayangnya, harapan Syekh Ismail pun pupus karena Irfan sudah melamar gadis lain untuk dijadikan isterinya. Sebelum Irfan meninggalkan Mekah menaiki kapal Mae Abeto, Nadya mengiriminya surat. 

Bang Haji, semoga Abang selamat sampai tujuan di Jakarta. Ada satu permintaan saya ke Bang haji, mohon Abang jangan marah. Bila nanti Bang Haji telah berkeluarga dan mendapatkan anak perempuan, saya mohon berilah nama saya kepada anak Bang Haji itu. Begitu pula dengan saya. Semoga nama anak itu menjadi pengikat tali silaturahmi diantara kita. Amin.

Satu lagi, Bang Haji, pertanyaan saya yang ditangga dulu sampai sekarang belum Bang Haji jawab.

Dari yang ditinggalkan Continue reading “Surat Cinta Berbalas – Irfan Hamka – Nadya”

Ayah, BUYA HAMKA.

cover-ayah4

Mungkin kalau saya tidak dipenjara, buku Tafsir Al-Azhar ini tidak bisa saya selesaikan.

– BUYA HAMKA –

UlasanBuku – Sosok Buya Hamka merupakan sosok yang legendaris di kalangan ulama Indonesia. Nama Asli Buya adalah H. Abdul Malik Karim Amrullah. Beliau merupakan anak dan cucu dari ulama terkenal pada masanya.  Walaupun berasal dari keluarga yang broken home, Buya tetap menimba ilmu dengan semangatnya walaupun bukan di pendidikan formal. Karier tertinggi yang pernah dicapai beliau adalah sebagai Ketua MUI. Sifatnya yang tak kenal kompromi dengan aqidah membuat beliau mundur dari MUI setelah mengeluarkan fatwa haram merayakan hari besar agama lain. Fatwa tersebut dikritik keras oleh pemerintahan Soekarno pada masa itu. Sampai pada akhirnya beliau dipenjara selama dua setengah tahun karena dituduh tidak pro pemerintah. Semua buku karangan beliau dicabut dari peredaran. Hal ini pula yang membuat keluarga beliau kesusahan secara ekonomi. Istrinya yang tadinya tidak terlalu pusing mengalokasikan uang kini harus pintar-pintar memilah kebutuhan mana yang lebih penting. Bukan Buya namanya bila karyanya mati ditelan jeruji besi. Ulama sejati tak pernah berhenti berkarya. Di dalam penjara selama dua setengah tahun tersebut pula beliau menyelesaikan buku tafsir Al Qur’an yang diberi nama Tafsir Al-Azhar. Buku tersebut merupakan karya yang fenomenal sampai saat ini. Continue reading “Ayah, BUYA HAMKA.”

Bumi, Matahari, dan Purnama

Mungkin Matahari bagimu seperti kehidupan

Setiap hari bertemu tapi kau tak menghiraukan

Bumi, apakah kau hanya senang melihat purnama yang indahnya sesaat?

Bukankah Matahari yang memberimu keindahan dan membuatmu berkembang pesat

Tak apa bila kau lupa

Memang kita semua adalah tempatnya duka

Tapi jangan pernah kau sesali bila purnama tiba tiba hilang

Dan kau kehilangan hati yang benderang

Tapi ingat, Matahari tak pernah lupa memberi cahayanya padamu.

Walapun kau lupa, Ia akan selalu menyinarimu.

Menyinari dalam diam, sampai kau keluar dari diam

Menyambut ia yang sudah menunggu lama dari lubuk hati terdalam.

 

Day #4 : True Story My Love Life

23

Sudah masuk hari keempat ya ternyata. Dan tema kali ini cerita tentang kehidupan cinta pribadi. Baiklah, saya akan bercerita tentang keluarga saya terlebih dahulu. Saya datang dari keluarga yang biasa-biasa saja. Mulai dari agama maupun harta, semuanya tergolong biasa. Bapak saya sendiri bukanlah seorang ulama, ustadz ataupun tokoh masyarakat. Namun, beliau mempunyai kesadaran yang tinggi agar saya belajar agama dengan tekun. Beliau selalu menyarankan kepada saya untuk bekerja keras dan jujur. Kejujuran dan kerja keras akan membuat orang disekitar kita nyaman dan membuat kita juga disenangi banyak orang. Kemudian ibu saya, beliau adalah Ibu yang benar-benar menemani saya dari kecil karena beliau memang dulu belum bekerja menjadi guru seperti sekarang. Ibu saya kalau dari track record-nya lebih baik dari segi bacaan dan pengetahuan agamanya ketimbang Bapak saya. Itulah yang membuat saya sedari kecil belajar membaca Al Qur’an bersama Ibu saya. Dari segi harta dan tahta kami juga bukan siapa-siapa. Kami sekeluarga pernah mengalami mudik ke rumah mbah hanya dengan satu motor dan itu dipakai berempat bersama Bapak, Ibu dan adik saya. Alahmdulillah  sekarang keadaan sudah lebih baik dengan masing-masing dapat bergoncengan dengan dua sepeda motor ketika mudik. Continue reading “Day #4 : True Story My Love Life”

Day #3: Unforgetable Childhood Memory

22

Inget banget waktu itu saya masih kelas 5 SD. Saya terbilang anak yang beruntung karena dengan otak pas-pasan saya sering mewakili SD dalam ajang lomba cerdas cermat, pramuka, siswa teladan, dll. Pokoknya kalau ada lomba saya selalu diikutkan. Mungkin karena SD saya terbilang SD yang letaknya di desa dan murid disana belum mempunyai kesadaran belajar yang tinggi. Untungnya, keluarga saya selalu mengingatkan saya untuk terus belajar dan kurangi bermain. Memang, hal semacam itu adalah hal yang sangat dibenci oleh anak-anak pada masa itu karena memang masih waktunya untuk bermain sepuasnya dan belajar seperlunya. (:D) Continue reading “Day #3: Unforgetable Childhood Memory”

Day #2: Favourite Hadist / Ayat

21

Sebenarnya banyak hadist dan ayat yang membuat saya kuat menghadapi kerasnya dunia sampai saat ini (*ceilah). Banyak juga keajaiban yang saya rasakan karena saya meyakini benar tentang hadist dan ayat yang saya baca. Selalu ada cerita di balik hadist atau ayat yang saya sukai. Continue reading “Day #2: Favourite Hadist / Ayat”

Day #1 : 10 things about me

20Kali ini saya akan menulis tentang diri saya. Ada 30 tantangan yang saya ikuti. Hari pertama ini saya mau menulis 10 hal tentang diri saya. Menarik bukan challenge yang kali ini saya ikuti. Ini melatih saya dan teman-teman yang ikut buat tahu kriteria tentang diri masing-masing. Saya itu orangnya Continue reading “Day #1 : 10 things about me”